gtk1
Eco Enzyme Goes to People
Eco Enzyme Goes to People

Dalam rangka vaksinisasi booster bagi perangkat desa maupun masyarakat kecamatan Kalanganyar, Duta Eco Enzyme mempromosikan produk unggulan sekolah dengan mendirikan stand promo dan mempraktikan pembuatan Eco Enzyme pada perangkat desa dan masyarakat kecamatan kalanganyar.

Mari berkenalan dengan Eco Enzyme


Apa itu eco enzyme?

Eco- enzyme adalah cairan hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti kulit buah dan sisa potongan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan pembuatan eco-enzym hanya membutuhkan air, gula sebagai sumber karbon, dan sampah organic sayur mentah dan buah yang belum diolah. Eco-enzyme yang merupakan larutan zat organik kompleks dari hasil fermentasi sisa organik, gula, dan air dapat memberikan dampak luas bagi lingkungan, kesehatan, hingga ekonomi. Eco-enzyme dapat mengurangi dampak limbah makanan, mengurangi penggunaan bahan kimia, dan mempromosikan gaya hidup berkelanjutan.

 

Proses Eco Enzyme

Prinsip dalam  proses pembuatan enzym adalah fermentasi. Eco-enzyme adalah hasil olahan bahan organik yang difermentasi dengan menggunakan gula dan air.

Jenis sampah organik yang diolah menjadi eco enzyme hanya sisa sayur atau buah yang mentah. Fermentasi yang menghasilkan alkohol dan asam asetat yang bersifat disinfektan hanya dapat diaplikasikan pada produk tanaman karena kandungan karbohidrat (gula) di dalamnya, karena itu pastikan sampah sisa sayur dan buah terpisah dari sampah organik atau non-organik lainnya.


Proses fermentasi akan berlangsung 3 bulan. Bulan pertama, akan dihasilkan alcohol, kemudian pada bulan kedua akan menghasilkan cuka dan pada bulan ketiga menghasilkan enzyme. Pada bulan ketiga, EE kita sudah bisa dipanen. Caranya adalah dengan menyaring menggunakan kain yang sudah tidak terpakai atau baju juga bisa digunakan untuk saringan.


Sisa atau ampas EE dapat kita gunakan untuk beberapa manfaat seperti:
1. Sebagai starter atau  untuk  membantu  mempercepat proses  pembuatan  EE selanjut
2. Untuk membantu proses penguaraian di dalam septitank dengan terlebih dahulu dihancurkan dan masukkan ke dalam saluran toilet.
3. Sebagai kompos dengan cara meletakkannya selapis demi selapis di dalam tanah.


Fungsi Eco Enzyme

Eco Enzyme dapat dijadikan sebagai cairan multiguna dan aplikasinya meliputi rumah tangga, pertanian dan juga peternakan. Pada dasarnya, eco enzyme mempercepat reaksi bio- kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna menggunakan sampah buah atau sayuran. Enzim dari “sampah” ini adalah salah satu cara manajemen sampah yang memanfaatkan sisa-sisa dapur untuk sesuatu yang sangat bermanfaat. Cairan ini bisa menjadi pembersih rumah, maupun sebagai pupuk alami dan pestisidia yang efektif. Produk eco-enzyme biasa  digunakan sebagai desinfektan yang  mampu  membunuh bakteri dan jamur sehingga dapat digunakan sebagai pestisida. Selain itu juga dapat digunakan sebagai pembersih rumah tangga karena produk eco-enzyme yang dihasilkan mamberikan aroma asam yang segar

Dari kelima produk eco-enzyme semuanya menghasilkan aroma asam. Aroma asam yang dihasilkan berasal dari asam asetat yang terdapat dalam cairan produk eco- enzyme tersebut.


Manfaatnya?

Dengan Eco-enzyme ini kita juga mengurangi penggunaan zat-zat kimia dalam rumah tangga kita, mengurangi pencemaran bumi. Efeknya dari mulai kita memungut sampai kita memanfaatkan, itu mempunyai satu efek yang  besar bagi diri kita karena dengan mengurangi zat kimia, hidup kita lebih baik, lebih sehat.


Secara rinci, eco-enzyme mampu membunuh bakteri dan jamur, sehingga dapat digunakan sebagai pengganti pembersih dan pestisida berbahan kimia. Dicampur air bisa untuk ngepel, untuk cuci piring, jika dicampurkan sabun  bisa membersihkan minyak, akan keset.


Sebagai cairan pembersih, eco-enzyme bisa digunakan sebagai cairan pembersih ramah lingkungan. Kalau eco-enzyme dicampur dengan air, bisa untuk merendam sayuran dan buah buahan, bisa melepaskan pestisida dan herbisida yang ada dalam sayuran dan buah buahan kita.


Sebagai pupuk tanaman. Setelah cairan fermentasi selesai, hasilnya dapat dipakai sebagai pupuk tanaman. Namun, tidak langsung digunakan pada tanaman. Campurkan air secukupnya sebelum dijadikan pupuk organik pada tanaman. Atau ditimbun dalam tanah dengan jarak tertentu.


Membantu melestarikan lingkungan sekitar.  Menghilangkan bau ruangan, bisa disemprotkan dalam ruangan, bisa menghilangkan bau. Juga dapat membersihkan sungai dan danau yang tercemar ini juga sudah sering dilakukan. Bisa untuk menghilangkan bau toilet/kloset misal di septik tank proses pembusukan tidak berjalan dengan baik, bisa menuangkan eco-enzyme, supaya prosesnya jadi bagus


Pengobatan luar, untuk luka, untuk obat luar, banyak sekali pengalaman empiris seperti luka lecet, luka terbakar, diabetes, luka digigit serangga, dan terapi untuk stroke.


Bagaimana cara membuatnya?

Ada rumusnya 1:3:10,  molase/gula merah tebu:bahan organik:air.  Molase ini gula tetes tebu. Dicampur dalam wadah dan ditutup rapat. Selama 3 bulan. Jadi sebenarnya tidak repot. Orang berfikir ini repot, padahal bahannya ada disekitar kita.

Untuk mengenal lebih lanjut tentang Eco Enzyme.... SMAN 1 Kalanganyar sejak bulan Maret 2021 telah banyak mengembangkannya sekaligus mengenalkan mengenalkannya kepada masyarakat sekitar dan para MUSPIKA setempat.

WhatsApp Image 2021-11-29 at 12.31.19 (1)
Proses Fermantasi Eco Enzyme
WhatsApp Image 2021-11-30 at 15.20.49 (1)
Hasil Fermentasi Eco Enzyme